Perancangan Teknik Kriptografi Block Cipher Berbasis Pola Permainan Tradisional Rangku Alu
Review Artikel Block Cipher
Permasalahan
Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari tentang
teknik enkripsi data dimana data diacak dengan sebuah kunci sehingga
menghasilkan data hasil enkripsi dan hanya dapat didekripsi oleh orang yang
memiliki kunci dekripsi tersebut [1]. Namun dengan diterapkannya algoritma
Kriptografi Block Cipher, bukan berarti hal tersebut merupakan jaminan
sebuah data akan menjadi aman. Karena seiring dengan perkembangan teknologi,
sudah banyak Algoritma Kriptografi Block Cipher yang sudah berhasil
dipecahkan. Dengan demikian tentunya perlu dilakukan sebuah pengembangan
algoritma baru agar polanya lebih sulit untuk dipecahkan.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dilakukan penelitian tentang perancangan Kriptografi menggunakan algoritma Block Cipher dengan memanfaatkan pola permainan tradisional Rangku Alu dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di dalamnya dikombinasikan dengan tabel S-Box. Rangku Alu merupakan permainan tradisional yang menggunakan bambu sebagai alat permainannya, Rangku Alu dapat dijadikan sebagai sarana edukasi dan pembentukan diri. Cara memainkannya adalah dengan membagi pemain menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang bermain dan kelompok yang menjaga. Kelompok yang menjaga menggerak-gerakkan bambu (empat orang berjongkok membentuk bidang persegi dan memegang dua bambu) sambil menyayi. Kelompok pemain yang mendapat giliran bermain akan melompat di sela-sela bambu. Mereka harus menghindari jepitan bambu. Penari akan masuk dalam bidang persegi dan melompat-lompat sesuai irama buka-tutup bambu. Ketika bermain, bambu yang digerakkan menghasilkan irama yang berpola.
Pembahasan
Dalam
algoritma ini, pola yang diambil berasal dari permainan tradisional Rangku Alu
yang kemudian digunakan sebagai proses pengambilan bit. Berikut adalah empat
pola yang akan digunakan.
Pada Gambar 27
yang merupakan hasil dari pengujian Avalanche Effect dari plaintext awal
“PERDANA1”, menghasilkan perubahan bit yang tidak terlalu tinggi dimana paling
tingi hanya mencapai 56% pada putaran keempat. Nilai Avalanche Effect yang
dihasilkan dari plaintext awal “PERDANA1” lebih baik dibandingkan dengan
plaintext awal “DIESUKSW” yaitu sebesar 49,38% dengan kategori sangat
baik.
Hasil
dan Pembahsan
Enkripsi
Block Cipher memiliki kelemahan mudahnya pendeteksian terutama jika ada
blok-blok data yang sama di enkripsi manggunakan kunci yang sama, maka akan
menghasilkan cipherteks yang sama. Kunci dalam dunia kriptografi merupakan data
yang bersifat private, sekali data kunci telah di ketahui seorang
kriptoanalis juga perlu melakukan analisa berkaitan dengan ukuran blok (dalam
penelitian ini menggunakan 64 bit), alur pola yang digunakan (nilai korelasi
0,011), metode untuk meningkatkan keacakan (menambahkan metode XOR), serta
berapa putaran yang digunakan (menggunakan total 20 putaran). Kemudian
berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Kriptografi
Block Cipher 64 bit berbasis pola permainan tradisional Rangku Alu ini
menghasilkan output yang acak sehingga dapat digunakan sebagai
alternatif dalam pengamanan data. Dalam pengujian Avalanche Effect yang
dilakukan, menunjukkan bahwa proses enkripsi di setiap putaran memiliki
perubahan yang mencapai 49,38% yang berarti masuk ke dalam kategori yang sangat
baik.

Komentar
Posting Komentar